
Pameran “Lanskap” hadir sebagai upaya reflektif untuk meninjau kembali relevansi serta interpretasi lukisan-lukisan lanskap dalam konteks sejarah seni rupa Indonesia. Secara khusus, pameran ini menyinggung keterkaitannya dengan wacana Mooi Indie, sebuah gaya lukisan yang berkembang pada era kolonial akhir abad ke-19.
Istilah Mooi Indie merujuk pada representasi visual Hindia Belanda yang menampilkan keindahan alam secara romantis dan idealistik. Lanskap pegunungan yang megah, hamparan sawah hijau, hutan lebat, aliran sungai yang tenang, hingga kehidupan masyarakat pedesaan menjadi subjek utama yang sering diangkat. Gaya ini awalnya dimotori oleh para pelukis Eropa, namun kemudian juga diikuti oleh pelukis pribumi seperti Raden Saleh Sjarif Bustaman, serta generasi berikutnya seperti Abdullah Surio Subroto, Mas Pirngadi, Wakidi, hingga Basuki Abdullah.
Meski identik dengan keindahan visual, wacana Mooi Indie tidak lepas dari kritik. Hingga hari ini, diskursusnya masih terus berkembang, terutama terkait isu perampasan budaya (cultural appropriation). Banyak pihak menilai bahwa dalam praktiknya, seniman Eropa kerap mengambil simbol, tradisi, serta estetika budaya lokal tanpa pengakuan atau penghormatan yang layak terhadap asal-usulnya.
Melalui pameran “Lanskap”, para seniman mencoba membuka kembali ruang tafsir tersebut dalam konteks kekinian. Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai medium refleksi kritis terhadap sejarah, identitas, dan cara pandang terhadap lanskap itu sendiri. Pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat ulang—bukan sekadar menikmati keindahan, tetapi juga mempertanyakan narasi yang selama ini terbangun di baliknya.
Informasi Pameran
Kurator
A. Anzieb
Pembukaan oleh
KPH. Wironegoro
Opening
Rabu, 1 April 2026
Pukul 19.00 WIB
Lokasi
Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta
Jl. Parangtritis Km 6,5, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Periode Pameran
2 – 8 April 2026
(Buka setiap hari pukul 10.00 – 20.00 WIB)
Contact Person
081331290583 (Zighana)
Sebagai ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, “Lanskap” tidak hanya menghidupkan kembali estetika klasik, tetapi juga memperluas cara kita memahami sejarah visual Indonesia. Pameran ini menjadi pengingat bahwa lanskap bukan sekadar pemandangan, melainkan juga konstruksi makna yang terus berubah seiring waktu.
#Lanskap #PameranSeni #SeniRupaIndonesia #ArtExhibition #MooiIndie

Leave a Reply