Kolaborasi Seniman Indonesia dan Inggris Hadir dalam Artist Talk dan Pembukaan Pameran di Galeri R.J. Katamsi

Kolaborasi Seniman Indonesia dan Inggris Hadir dalam Artist Talk dan Pembukaan Pameran di Galeri R.J. Katamsi

YOGYAKARTA — Jogja Disability Arts ID bersama seniman asal Inggris, Andrew Bolton, menyelenggarakan Artist Talk sekaligus pembukaan pameran bertajuk Exploring Indonesian Batik and Welsh Culture Through Collaborative Art and Conversations on Healing di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan ruang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan praktik seni, pertukaran budaya, serta diskusi mengenai seni disabilitas dan proses pemulihan melalui pendekatan artistik.

Mengangkat tema yang menghubungkan batik Indonesia dengan budaya Wales, pameran menampilkan berbagai karya hasil kolaborasi yang merefleksikan dialog antara dua tradisi budaya. Melalui karya-karya tersebut, para seniman mengeksplorasi identitas, ingatan, serta nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui batas geografis dan budaya.

Selain pembukaan pameran, kegiatan juga diisi dengan sesi Artist Talk yang menghadirkan para seniman untuk berbagi pengalaman kreatif dan berdiskusi mengenai praktik seni kolaboratif. Percakapan yang berlangsung tidak hanya membahas proses penciptaan karya, tetapi juga menyoroti peran seni sebagai medium untuk membangun empati, membuka ruang refleksi, dan memperluas pemahaman mengenai isu disabilitas dalam konteks seni dan masyarakat.

Sejumlah seniman yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Andrew Bolton, Edi Priyanto, Mel Hobday, Mylo Elliot, Nano Warsono, Rowenna Williams, Rhys Trimble, Sukri Budi Dharma, Triarani Utami, dan Wiji Astuti. Kehadiran para seniman dari Indonesia dan Inggris memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas budaya dapat menghasilkan praktik artistik yang saling memperkaya sekaligus mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

Penyelenggaraan Artist Talk dan pameran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang seni sekaligus membuka ruang dialog yang lebih inklusif. Melalui pertemuan antara seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan ini menghadirkan kesempatan untuk melihat seni sebagai medium yang mampu menjembatani perbedaan budaya, memperluas perspektif, dan membangun percakapan mengenai keberagaman serta inklusivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.