Seminar Nasional: Harlah Lesbumi #63 & Dies Natalis ISI Yogyakarta #39

Seminar Nasional: Harlah Lesbumi #63 & Dies Natalis ISI Yogyakarta #39

“Membaca Ulang Historiografi Seni Rupa Indonesia”

Apa yang kita ketahui tentang “sejarah seni rupa (modern) Indonesia”? Apa masalahnya? Kapan kesadaran untuk menulis sejarah ini muncul? Siapa yang memulai dan bagaimana sejarah itu dia tulis? Bagaimana warisan penulisan-penulisan sejarah hari ini kita maknai? Pokok-pokok penting apa saja yang pernah keliru dilakukan para penulis sejarah seni rupa Indonesia, baik oleh orang Indonesia atau sarjana asing hingga hari ini? Apa yang telah dikembangkan dalam penulisan sejarah seni rupa Indonesia, dan apa yang belum? Sejumlah pertanyaan tersebut masih relevan untuk diangkat sebagai wacana dan penting untuk didiskusikan. Bagaimanapun, sejarah seni di berbagai negeri, termasuk Indonesia, merupakan komponen pembentuk identitas nasional. Selain itu, sebagai produk pengetahuan, penulisan sejarah seni menjadi landasan untuk mengukur berkembang-tidaknya praktik seni rupa. Sebagai alat ukur perkembangan, (penulisan) sejarah seni rupa (modern) Indonesia diyakini akan memenuhi kewajiban teoretisnya untuk merepresentasikan dan menginterpretasikan masa lalu; dan memajukan masa kini.

Diskusi ini akan mengundang sejumlah seniman, kurator, akademikus dan mahasiswa untuk membincangkan ihwal penulisan sejarah seni rupa (modern) Indonesia.

Penyelenggara:
Lesbumi PWNU DIY – Galeri Katamsi – Panitia Dies ISI Yogyakarta

Pembicara:
Aminudin TH. Siregar (PhD Candidate Leiden Universititeit, Kurator, Pengajar FSRD ITB)

Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum. (Pengajar FSR ISI Yogyakarta, Sejarahwan Seni)

Moderator: Rain Rosidi, M.Sn.

Leave a Reply

Your email address will not be published.