Post Tradisi dan Modernitas Indonesia yang masih muda.
Post-tradisi, tidak terlalu populer dibanding istilah lain. Dalam konteks Indonesia, post-tradisi bisa jadi merupakan istilah yang penting. Meskipun istilah “Post” umumnya berhubungan dengan wacana Barat dan modernitas mereka.
Post-tradisi Indonesia tentu berbeda dengan Barat. Modernitas Barat bermula sejak masa Pencerahan dan mendapatkan momentumnya di era revolusi industri dan menanggalkan pola tradisional.
Sementara modernitas Indonesia masih berusia jauh lebih muda. Indonesia akan butuh variabel berbeda namun tumpang tindih dengan wacana post-tradisi di Barat.
Dalam pembahasan globalisasi dan konvergensi, mereka menyediakan ruang bagi multikultur, dan dalam konteks tersebut Indonesia memiliki modal yang sangat kaya.
Persoalannya adalah bagaimana seni rupa kontemporer dan pendidikan tinggi seni dapat mengelola modal tersebut sebagai kekuatan lokal yang dapat menjadi identitas dan strategi masuk dalam konteks global?
Apakah semakin sadarnya para seniman hari ini akan post-tradisi akan menambah gagasan dari sudut kekaryaanya?
(Diolah dari Subjudul “Post-Tradisi dalam konteks Seni Rupa Kontemporer dan Perguruan Tinggi Seni Rupa Indonesia” Asmudjo Irianto.)
#pamerankonvergensi#konvergensi#rjkatamsi#srisasantisyndicate#infopameranjogja



Leave a Reply