AKSI ARTSY #8: “Matahari Tengah Malam, Cuaca Terik yang Berkelanjutan” — Refleksi Artistik dalam Ruang Seni Murni

AKSI ARTSY #8: “Matahari Tengah Malam, Cuaca Terik yang Berkelanjutan” — Refleksi Artistik dalam Ruang Seni Murni

Dunia seni rupa Yogyakarta kembali diramaikan oleh penyelenggaraan AKSI ARTSY #8, sebuah pameran Seni Murni ISI Yogyakarta yang menghadirkan tajuk puitis sekaligus reflektif: “Matahari Tengah Malam, Cuaca Terik yang Berkelanjutan.” Pameran ini menjadi ruang eksplorasi gagasan sekaligus pertemuan berbagai pendekatan artistik dari para seniman muda.

Berlokasi di Galeri R.J. Katamsi, pameran berlangsung pada 13–22 Desember 2025, membuka kesempatan bagi publik untuk menikmati beragam karya seni murni dalam suasana yang terbuka dan inklusif.

Judul yang Puitis, Gagasan yang Kritis

Judul pameran menghadirkan metafora yang kuat — “matahari tengah malam” dan “cuaca terik” menjadi simbol kondisi paradoksal yang sering hadir dalam realitas sosial maupun pengalaman personal. Melalui pendekatan visual yang beragam, para seniman mencoba menerjemahkan ketegangan antara harapan, perubahan, dan keberlanjutan dalam konteks zaman yang terus bergerak cepat.

Tema ini membuka kemungkinan interpretasi luas bagi pengunjung, menjadikan pengalaman melihat karya tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga reflektif.

Dibuka oleh FX Harsono

Pameran secara resmi dibuka oleh FX Harsono, salah satu tokoh penting dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Kehadiran beliau memberikan dimensi historis sekaligus intelektual pada pembukaan pameran, menghubungkan praktik seni generasi muda dengan perjalanan panjang seni kontemporer di Indonesia.

Momentum pembukaan menjadi ruang dialog antara seniman, akademisi, dan publik, memperkuat fungsi pameran sebagai wadah pertukaran gagasan.

Ruang Eksplorasi Seniman Muda

Sebagai bagian dari ekosistem akademik Institut Seni Indonesia Yogyakarta, AKSI ARTSY #8 menunjukkan bagaimana praktik seni murni terus berkembang melalui eksplorasi medium, pendekatan konseptual, serta keberanian bereksperimen.

Pengunjung dapat menemukan berbagai karya dengan karakter visual yang berbeda — mulai dari pendekatan personal, kritik sosial, hingga eksplorasi bentuk dan material yang lebih eksperimental.

Leave a Reply

Your email address will not be published.