Kreatif di Tengah Pandemi
PAMERAN DIES KE-36 ISI YOGYAKARTA
Fakultas Seni Pertunjukan
Indonesia Menangis( karya Putu Wijaya)
Seni Teater
Deskripsi
Sebuah naskah yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia. Mulai dari isu politik yang mengarah kepada pelanggaran HAM, penculikan, pemerkosaan, kebebasan yang dipasung, bicara tentang hak wanita Indonesia yang diminoritaskan. Naskah ini terinspirasi dari tokoh-tokoh sentral yang terpinggirkan seperti Munir dan Marsinah. Keadilan yang belum ditegakkan. Mencoba mengingatkan kembali bagaimana seharusnya dasar bangsa kita Indonesia yaitu Pancasila seharusnya menjadi dasar utk memperjuangkan hak-hak warganya
Dosen pembimbing: Drs. Agus Prasetiya, M.Sn. dan Sylvia Anggreni Purba, M.Sn.
Tari Rwa
Tari
Deskripsi
“RWA” adalah karya tari yang terinspirasi dari tokoh Pitutur Djati dalam Panji. “RWA” diambil bahasa Sansekerta yang berarti dua. Nilai dua dimaksud dalam karya ini adalah nilai pengendalian diri pada tokoh Pitutur Djati yang diterapkan di diri penata tari sebagai media refleksi. Sudut pandang yang diambil penata tari mengenai tokoh Pitutur Djati sebagai media refleksi diri adalah dari perjalanan tokoh Pitutur Djati dalam pengembaraannya mencari anak angkatnya yang hilang di Kaindran (khayangan). Di cerita Panji dalam perbandingan serat kandha sangat tergambar dengan jelas perubahan tokoh Pitutur Djati dari sosok Dewa utama menjadi sosok Pamomong putra raja atau Abdi Dalem.
SINOPSIS
Dalam kehidupan terkadang seperti sandiwara, sandiwara kehidupan tidak ada batas nyata dan jauh melewati ambang kesadaran. aku bukan air ataupun angin yang bebas mengalir tanpa tujuan yen sira kasinungan ngelmu kang marakke akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundut bali ngelmu kang marakke sira kaloka iku sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godong jati aking
Tari Rueh Rongrong
Karya: Nurlilis Ayunita Rizky
Tari
Deskripsi
Rueh Rong-Rong merupakan karya tari yang berpijak dari Upacara Adat Belian khas Kabupaten Penajam Paser Utara. Kalimantan Timur. Kata Rueh memiliki arti dua dalam bahasa dayak Lawangan yang menunjukan bahwa ada alam atas dan bawah, lalu ada penguasa atas dan penguasa bawah sedangkan kata Rong-Rong terinspirasi dari suara gelang yang menghasilkan suara seperti Rong, Rong berarti juga Gelang. Kepercayaan suku dayak ialah animisme yang menurut pandangan keagamaan itu semua makhluk hidup maupun mati mempunyai jiwa. Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara sampai saat ini masih melakukan ritual persembahan terhadap kedua penguasa pencipta dan pengganggu atau atas dan bawah dengan cara melakukan upacara adat Belian. Kata Belian secara etimologi Lietn: tuing atau betuhing yang sebenarnya mengandung arti berpantang atau tabu. Karya ini menitik beratkan pada pemimpin upacara adat belian yang berjenis kelamin wanita dalam upacara adat belian yang ditunjukan untuk keselamatan masyarakat di daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam Upacara adat belian ada satu benda yang menjadi syarat utama adanya yaitu Gelang (Gitang/ Rong).
Pada karya tari Rueh Rong-Rong menggunakan delapan penari wanita. Penyajian iringan musik ditabuh secara langsung dengan menggunakan instrumen yang mengutamakan instrumen asli Kalimantan. Karya ini disajikan dengan tipe studi dramatik dan dibagi menjadi empat segmen.
Tari Mantodea
Tari
Deskripsi
MANTODEA merupakan judul dalam karya tari ini. Konsep yang dihadirkan merupakan visualisasi siklus kehidupan dan gerak-gerik Belalang Sembah. Kata MANTODEA diambil dari ordo mantodea. Ordo mantodea mengadaptasi dari bahasa Yunani yang berarti satu jenis Belalang Sembah. Siklus kehidupan yang divisualkan dalam karya tari ini yaitu Belalang Sembah dewasa hingga Nimfa (bayi Belalang Sembah). Gerak-gerik yang dihadirkan dalam karya tari ini adalah simbolisasi sikap Belalang Sembah disaat diam, gerakan merangkak dan gerakan ngoyok kanan dan kiri (badan seperti tertiup angin).
SINOPSIS
Satu kali aku dilahirkan, satu kali aku akan mati. Mati untuk hidup dan hidup untuk mati.
Tari Believe
Karya: Zita Pramesti Nagra Tingalan
Tari
Deskripsi
Believe merupakan judul karya tari yang terinspirasi dari pengalaman empiris penata terhadap proses peningkatan konsep diri. Karya tari ini memiliki tema tentang self improvement. Salah satu bentuk self improvement adalah menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan diri. Hal ini diwujudkan dalam koreografi kelompok dengan menggunakan dramaturgi klasik yang menampilkan proses perubahan peningkatan diri.
Kera yang rakus
Drama Tari Musik
Deskripsi
Karya ini terinspirasi dari persahabatan antar binatang yang menggambarkan potret kehidupan binatang.Karya ini mengambil tema pengkhianatan dalam pershabatan. Dengan karya ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada anak-anak usia Sekolah Dasar.
FSP ISPA
Drama Tari Musik
Deskripsi
Kabut asap merupakan kasus pencemaran udara yg bisa berdampak terjadinya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Karya ini ingin menyampaikan pesan betapa bahayanya kabut asap khususnya bagi kesehatan anak-anak.
Mahasiswa Seni Masuk Hutan
Kelompok Kegiatan Mahasiswa Wedha Trisula
HMJ Pendidikan Seni Pertunjukan
Deskripsi
Kegiatan yg bertajuk Mahsiswa Seni Masuk Hutan adlh bentuk kegiatan mhs sbg ujud salah satu Tri Dharma PT yakni dharma pengabdian masy. Keg ini bertujuan utk menggugah kesadaran masy utk.peduli lingk. dan mnjaga kelestarian hutan serta memberikan apresiasi seni khususnya seni pertunjukan kpd masy. Diharapkan dg kegiatan ini juga mampu memberikan inspirasi utk pengembangan Wisata Alam Jumprit Temanggung sbg wisata alam.
Dosen Pembimbing; Dr. Nur Iswantara, M.Hum.
Pefita Guitar Trio
Deskripsi
PEFITA GUITAR TRIO, beranggotakan tiga orang wanita yaitu Nabila Rifda Alfiani, Firly Febripertiwi dan Tabita Trisanta. Mereka bertiga adalah mahasiswi gitar Program Studi Penyajian Musik ISI Yogyakarta. Terbentuknya Pefita berawal ketika ketiga personilnya mengambil mata kuliah ansambel gitar di tahun 2018. Nama Pefita sendiri merupakan singkatan dari nama anggotanya. Aktifitas konser yang telah mereka lakukan selama dua tahun terakhir antara lain konser di ISBI Kaltim, International Cultural Center Pandaan, Space-K Surabaya, Horison Hotel, Balikpapan, Kaltim, Komunitas Gitar Klasik Semarang, Umiversitas Pasundan (Unpas) Bandung, Universitas Negeri Suranaya (Unesa).
Pefita Guitar Trio adalah peraih Juara 1 kategori ansambel pada Kompetisi Gitar Klasik Nasional V 2019 (KGKN V 2019) yang diselenggarakan Univ. Negeri Jakarta (UNJ) pada Oktober 2019 lalu. Ditahun 2018, Nabila dan Tabita juga meraih Best Student Award pada ajang 30th Japan International Guitar Ensemble Competition 2018. Baiao de Gude (Dance of Marbles) merupakan karya komposer dan gitaris asal Brazil, Paulo Bellinati. Karya yang bernuansa laton jazz ini versi aslinya ditulis untuk sopran saxophone, gitar, piano, bass dan drum. Pada tahun 1989 Bellinati membuat versi untuk trio gitar. Ditahun 1994 ia kembali membuat versi untuk empat gitar dan dipersembahkan untuk Brazilian Guitar Quartet.
O Lux Beata Trinitas
Composer/arranger : Andrej Makor
Paduan Suara Mahasiswa ISI Yogyakarta Vocalista Harmonic
Pengaba : Athitya Diah Natalia Monica
Deskripsi
Makna bermaksud pada mengagumi Keagungan Tritunggal Kudus Tuhan yang Maha Esa, walau begitu juga bermakna untuk smengingat akan misteri Tritunggal Allah yang maha Agung
Honey
FSP Musik Penyajian Pop Jazz
Penyajian Musik
Deskripsi
Repertoar yang bergenre dance – elektronik ini dirilis pada tahun 2017 oleh Brandon Brown Collective ft. Kiki Kyte. Lagu ini dijadikan lagu penutup pada Resital 3 (salah satu mata kuliah wajib sebelum menempuh Tugas Akhir/Resital Akhir di Program Studi D-IV Penyajian Musik). Aspasia saat ini kuliah di semester 7. Di dalam grup band berperan sebagai soloist diiringi oleh combo + brass section dengan aransemen versi VFJams.
Dalam penampilannya Aspasia dan kawan-kawan jga membawakan lagu Honey dlm gaya funk terutama pada brass section, sementara Aspasia
memainkan improvisasi sebagian besar menggunakan tangga nada minor pentatonik.
WisHope
Home Concert Karawitan 2017
Jurusan Karawitan
Gita Prawiratama
Komposer: Kusryan Sando Hano (Reno)
Jurusan Karawitan
Deskripsi
Karya komposisi karawitan Gita Prawiratama terinspirasi dari spirit prajurit Prawiratama yg gagah, gigih dan setia dlm pengabdiannya di Keraton Kasultanan Yogyakarta. Spirit prajurit Prawiratama dipresentasikan melalui bentuk pola musikal dg media gamelan jawa berlaras pelog dg tambahan alat musik brass dan perkusi tanpa menghilangkan nilai tradisi karawitan.
Tinggang Tamuei
Etnomusikologi
Sunare Gandrung
Daniel Nohan
Etnomusikologi
Deskripsi
Sunare gandrung merupakan penggambaran dari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat banyuwangi tentang magisnya kesenian gandrung. Kesenian ini dari dulu hingga sekarang selalu membuat masyarakat tersenyum akan kehadirannya. Yang dulu sebagai media melawan penjajah, dan sekarang sebagai media hiburan. Gandrung juga mengajarkan kepada masyarakatnya tentang kesempurnaan dan menjalin kasih sayang dengan berbagai perbedaan yang dimiliki masyarakat Banyuwangi.Isun gandrung, gandrungono
Nusantara Raya
Kolaborasi Dosen FSP dan Komunitas Gangsadewa
Deskripsi
Kolaborasi beberapa dosen Fakultas Seni Pertunjukan dg komunitas Gangsadewa membuahkan karya komposisi musik yang diberi judul “Nusantara Raya”. Dalam proses kreatifnya, Gangsadewa senantiasa melakukan pendekatan tradisi karena tradisi ibarat “rumah kita sendiri” yang harus dikenali, dipahami, dan diinovasi secara bersama-sama. Spirit komunal inilah yang menjadi landasan dalam olah kreatifnya sehingga selama proses penciptaan sangat terbuka kemungkinan kemungkinan yang terjadi. Maka, bukan sekadar hasil karya yang menjadi prioritas, melainkan proses penciptaan juga menjadi bagian penting. Dengan spirit kebersamaan yang berpijak pada tradisi itulah, komposisi “Nusantara Raya” hadir dan mengalir
Don’t Stop Me Now
Voice in December #7: Excelsior
Pengaba : Athitya Diah Natalia Monica
Deskripsi
Makna yang bercerita tentang perasaan Freddy Mercury (penulis lagu) yang merasa bahagia dan ingin bersenang-senang dalam sebuah pesta. Menurutnya, suasana pesta tersebut membuatnya berada di puncak kenikmatan hidup sehingga ia ingin terus merasakan nikmatnya dan tak ingin berhenti. Jadi tema lagunya sangat sederhana berset di sebuah pesta dan bagaimana semua orang menikmatinya.
Ain’t No Mountain High Enough
Arranger: Roger Emerson
Paduan Suara Mahasiswa ISI Yogyakarta Vocalista Harmonic
Pengaba : Athitya Diah Natalia Monica
Deskripsi
Secara sederhana bermaksudkan tidak ada halangan apapun untuk mendapatkan yang kita tuju selama kita dapat berusaha dan percaya dapat melewatinya.
Can’t Take My Eyes of You
Komposer: Robert Gaudio/Robert Crewe
Jurusan Pendidikan Musik
Deskripsi
Musik keroncong mahasiswa Semanis Madu menampilkan lagu yang berjudul Can’t Take My Eyes Off You karya Robert Gaudio/Robert Crewe yang dipopulerkan oleh vokal Frankie Valli. Lagu ini termasuk lagu populer yang sangat terkenal dan termasuk lagu yang ber-genre Rock. Karya lagu pop Can’t Take My Eyes Off You ini dimainkan kembali oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Musik dengan dengan bentuk musik pop yang diringi musik keroncong. Lagu Can’t Take My Eyes Off You dirilis pada tahun 1967 oleh seorang artis Frankie Valli dengan mendapatkan penghargaan Grammy sebagai penampil vokal Pop Pria terbaik.