
Pekan Rupa #4 kembali hadir sebagai ruang eksplorasi artistik yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membuka diskursus kritis terhadap realitas sosial. Mengusung tema “Bintang Terang, Bayangan Hilang”, program ini mengajak publik untuk menelusuri sisi lain dari narasi kemajuan—yang kerap tampak gemerlap, namun menyisakan bayangan yang jarang dibicarakan.
Diselenggarakan di Galeri R.J. Katamsi, Pekan Rupa kali ini menghadirkan perspektif yang lebih reflektif dan kontemplatif. Alih-alih menampilkan “terang” yang menyilaukan, para seniman justru menyoroti bayangan—ruang samar yang menyimpan luka sosial, kegelisahan, serta realitas yang tertutupi oleh optimisme artifisial.
Melalui pendekatan visual yang beragam, karya-karya dalam pameran ini berbicara tentang ketimpangan, identitas, hingga dinamika sosial yang sering kali terpinggirkan dalam narasi besar pembangunan. Bayangan, dalam konteks ini, bukan sekadar metafora, melainkan medium untuk mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi—yang justru memiliki suara paling jujur.
Pekan Rupa #4 tidak hanya menghadirkan pameran seni, tetapi juga serangkaian program publik yang memperkaya pengalaman pengunjung. Mulai dari gallery tour, artist talk, hingga workshop dan musical performance, seluruh rangkaian acara dirancang sebagai ruang interaksi antara seniman dan audiens, sekaligus membuka peluang dialog yang lebih luas.
Acara ini resmi dibuka pada 20 April 2026 pukul 15.00 WIB, menandai dimulainya satu pekan penuh aktivitas seni yang dinamis dan inklusif. Dengan harga tiket yang terjangkau serta akses gratis bagi mahasiswa FSRD, Pekan Rupa #4 menjadi ruang yang terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam percakapan seni kontemporer.
Informasi Acara
Lokasi
Galeri R.J. Katamsi
Tanggal
20 – 26 April 2026
Waktu
13.00 – 20.00 WIB
HTM
Rp5.000 (Gratis untuk mahasiswa FSRD dengan menunjukkan KTM)
Grand Opening
20 April 2026
15.00 WIB
Rangkaian Acara
- Art Exhibition
- Gallery Tour
- Artist Talk
- Workshop
- Musical Performance
Pekan Rupa #4 menjadi pengingat bahwa di balik cahaya yang terang, selalu ada bayangan yang menyimpan cerita. Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga mendengar—menangkap suara-suara yang selama ini tersembunyi di balik gemerlapnya citra kemajuan.

Leave a Reply